Daging Kurban Terakhir Ibu Maskimah

 Ibu Maskimah (59 thn) hidup sebatang kara di rumah mirip gubuk di Pesisir Karawang, Jawa Barat. Sehari-hari Ibu Maskimah hanya mampu membeli ikan dan mie instan sebagai menu makanan. Jangankan membeli daging, bisa makan sehari sekali saja sudah syukur.

 Terlebih setahun terakhir ini Ibu Maskimah masih menanggung hutang biaya obat untuk kakinya yang sedang sakit. Ia sempat tidak bisa berjalan selama sebulan lamanya.

 Meskipun kakinya belum pulih, Ibu Maskimah memaksakan diri untuk kembali bekerja. Ia bekerja sebagai buruh pengupas kulit kepiting di dekat dermaga. Upah pekerjaannya itu hanya cukup untuk makan seadanya dan membayar cicilan hutang dari rentenir.

 Sudah setahun lebih Ibu Maskimah tidak pernah makan daging. Terakhir ia makan daging sejak lebaran Idul Adha yang lalu. Momen kurban adalah suatu keberkahan baginya.

 “…kalau ada pembagian daging kurban, emak teh bersyukur sekali. Emak gak pernah beli daging soalnya. Syukur banget kalo sekali-sekali emak bisa ngerasain makan daging,” ungkap Bu Maskimah.

 Satu kilo daging kurban dapat menolong Ibu Maskimah. Ia jadi bisa menghemat biaya pengeluaran makannya selama seminggu lebih, untuk ia alihkan sebagai biaya obat.

Kenikmatan dan gizi yang tergandung dalam daging kurban hanya bisa ia rasakan setahun sekali. Tahun ini, saatnya memberikan keberkahan lebih kepada orang-orang seperti Ibu Maskimah di pelosok pesisir.

 Jangan sampai ada lagi orang seperti Ibu Maskimah tidak kebagian daging kurban. Banyaknya masyarakat miskin di daerah pesisir dan akses yang jauh dari perkotaan membuat distribusi daging kurban tidak dirasakan semua orang.

Ayo Tunaikan Qurban untuk Pesisir sekarang!

 

Pilih Qurban Terbaik ANDA

untuk Masyarakat Miskin & Dhuafa di Pesisir, Sekarang !

 

#QURBANUNTUKPESISIR

Berbagi Kebahagiaan Qurban Untuk Pesisir Indonesia

+62 822 9861 5000

niatbaiksinergi@gmail.com

Qurban Untuk Pesisir – Yayasan Niat Baik Sinergi
Copyright 2019