Mewahnya Daging Sapi Bagi Bu Atut

 Bu Atut terharu melihat kedua anaknya lahap memakan masakannya. Bu Atut sangat bersyukur bisa kebagian jatah daging kurban. Itu kisah bu Atut pasca Idul Adha tahun lalu.  

 Daging sapi adalah makanan yang sangat mewah bagi Bu Atut dan keluarganya. Pasalnya, sang suami hanyalah seorang buruh nelayan yang sudah sakit-sakitan. Bahkan beberapa tahun belakangan telinganya sudah tidak bisa mendengar.

 Anaknya yang bungsu sudah 6 bulan tidak sekolah karena tidak punya biaya. Seharusnya anaknya itu sudah kelas 5 SD tahun ajaran 2019 ini. Sedangkan anak sulungnya yang kini berusia 20 tahun sudah lama berhenti sekolah. Beban hidup yang berat, stres, dan psikologi yang tertekan membuatnya agak tidak normal bila diajak bicara.

 Apalagi Bu Atut dan keluarga harus pasrah tinggal di rumah sempit yang hampir ambruk. Hampir setiap hari sang suami harus terus membenahi atap rumah yang bocor. Dinding tembok yang sudah lama tidak dirawat menjadi tempat air untuk merembes.

 Idul Adha sebentar lagi. Orang-orang seperti Bu Atut harusnya menjadi prioritas penerima manfaat daging kurban. Satu kantong daging yang mungkin orang anggap biasa, namun sungguh berarti bagi mereka yang hanya mengkonsumsinya setahun sekali.

 Potret kehidupan miris Bu Atut di pesisir hanyalah satu dari sekian banyak kisah masyarakat miskin pesisir di Kabupaten Karawang. Penghasilan buruh nelayan yang sedikit dan tidak menentu, hutang rentenir yang merajalela, dan pendidikan yang rendah membuat masyarakat pesisir jadi penyumbang 25% angka kemiskinan nasional.

Ayo Tunaikan Qurban untuk Pesisir sekarang!

Pilih Qurban Terbaik ANDA

untuk Masyarakat Miskin & Dhuafa di Pesisir, Sekarang !

#QURBANUNTUKPESISIR

Berbagi Kebahagiaan Qurban Untuk Pesisir Indonesia

+62 822 9861 5000

niatbaiksinergi@gmail.com

Qurban Untuk Pesisir – Yayasan Niat Baik Sinergi
Copyright 2019